|
Dalam rangka meningkatkan mutu dari semua pihak yang turut ambil bagian di dalamnya, baik itu mahasiswa, dosen, dan pihak akademik, maka sering diadakan Ujian-ujian (Midterm ataupun Ujian akhir), Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di awal, Entry Biodata, Absensi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dan Proses Kerja.
1.Penerimaan Mahasiswa Baru
Hampir setiap tahun, semua Universitas, baik negeri maupun swasta mengadakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru, tujuannya tidak lain adalah demi kelangsungan hidup mereka sendiri. Dengan adanya mahasiwa baru, maka sumber pendapatan mereka akan tetap terjaga. Ribuan siswa lulusan SMU berbondong-bondong mengikuti ujian tersebut guna melangsungkan kiprahnya di bidang pendidikan, lebih dari itu, demi kehidupan dan penghidupan yang layak kelak, mereka berusaha keras untuk mendapatkan predikat sarjana, salah satu diantaranya adalah lolos seleksi masuk Universitas di awal. Untuk itu diperlukan sebuah software yang kompatibel dan mumpuni untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang nantinya berakibat buruk bagi mereka.
Software Smart Mark Reader (SMR), telah terbukti sukses untuk menangani berbagai ujian seleksi masuk maupun try out spmb/ snmptn. Dengan banyaknya jumlah LJK dan kemudian dituntut adanya ketepatan dan kecepatan dalam hal pengkoreksian, software pembaca LJK lain tidak mampu mengatasinya. Dalam hal ketepatan, LJK dengan posisi apapun dan bagaimanapun dapat diperiksa oleh SMR (baik rusak, kotor, basah, diisi dengan 2B palsu) sehingga siswa tidak perlu khawatir akan pekerjaan yang dia kerjakan. Dalam hal kecepatan, SMR dengan dipasangkan kepada scanner dengan kecepatan baca 1200 lembar per jam bahkan hingga 6000 lembar per jam, sehingga seberapapun banyak LJK yang akan diperiksa, maka waktu yang diperlukan relatif lebih cepat (apalagi dengan penambahan jumlah unit koreksi)
Contoh pemrosesan data ujian seleksi masuk universitas/ perguruan tinggi yang dapat dikerjakan oleh SMR : Data Try Out/ Ujian seleksi Masuk PTN/ PTS yang dimaksud adalah jika dalam satu lembar jawaban terdapat beberapa mata pelajaran sehingga bobot nilai benar, bobot nilai salah, dan bobot nilai tidak diisi, untuk setiap pelajaran berbeda. Misalnya Try Out dilakukan untuk tiga mata pelajaran yaitu B.Indonesia, IPA, dan Matematika.
2. Entry Biodata
Kegunaan SMR tidak terbatas hanya pada pembacaan LJK untuk ujian saja, SMR juga dapat digunakan untuk Entry Biodata, untuk kemudian disimpan dalam bentuk Excel, Data base, Microsoft Access, ataupun disimpan dalam versi web. Dengan SMR, peng-entry-an Biodata akademisi (Mahasiswa, Dosen dan Pihak Akademik) dilakukan dengan komputerisasi, sehingga memperkecil human error, efisiensi waktu dan Manajemen Data yang akurat.
3.Ujian Rutin (UTS/ UAS)
Ujian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana daya serap mahasiswa terhadap materi-materi kuliah yang diberikan oleh dosen. Mahasiswa akan mengetahui sejauh mana dia telah belajar dan apa hasilnya, sehingga dalam hal ujian juga diperlukan faktor teknis yang mendukung, sehingga kesalahan-kesalahan yang bersifat teknis tidak akan mengganggu hasil yang diterima oleh mereka. SMR sebagai software terakurat dan terdinamis dapat melakukannya dengan nyaris tanpa celah.
4.Presensi
Tak dipungkiri lagi, absensi dalam perkuliahan menjadi satu diantara beberapa factor yang mempengaruhi nilai akhir bagiseorang mahasiswa, ataupun dosen yang mengajar. SMR dapat dengan mudah menyelesaikan perihal absen ini dengan baik. Proses dengan SMR adalah sama halnya dengan entry data base, hanya saving process dan kemudian ditransfer ke file excel atau sejenisnya. 5. Evaluasi Kinerja Akademisi
Pada setiap akhir kepengurusan, tentu akan selalu dilakukan evaluasi terkait pekerjaan yang selama satu semester dilakukan. Ini sangat penting agar ke depannya akan menjadi lebih baik lagi. Jenis-jenis sekolah tinggi yang ada di dapat menggunakan SMR: |